Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Renovasi Toko Seks Ilegal Menjadi Studio & Galeri Minimalis Kontemporer

Renovasi Toko Seks Ilegal Menjadi Studio & Galeri Minimalis Kontemporer

Urbanloka.com – Persimmon Hills Arsitek mengubah sebuah toko seks ilegal di Jepang menjadi  sebuah studio dan ruang galeri. Berukuran hanya 20 meter persegi, yuk kita simak seperti apa detailnya Urbaners.

Didesain untuk festival seni tahunan, arsitek mengubah distrik koganecho yokohama menjadi area  pameran terbuka bernama ‘cut in koganechou’. Meskipun menempati plot yang sangat sempit, area dengan dua lantai ini dapat dengan baiknya mengoptimalisasi setiap sudut galeri.

Dindingnya sendiri didesain secara diagonal memisahkan dua bagian dalam interior. Sementara area luarnya seperti berbatasan langsung dengan jalan, menuju area yang lebih sempit pada area belakang galeri.

Proyek kreatif ini dipimpin oleh yusuke kakinoki dan shuhei hirooka. Keduanya menyelesaikan proyek tersebut sebagai bagian dari bazaar koganecho, sebuah festival seni yang diadakan setiap tahunnya di Jepang, sejak tahun 2008.

‘Hal ini dilakukan untuk mengakali ukuran ruang yang panjang dan sempit, serta menciptakan sebuah fasad miring sehingga dapat menjadi ruang pameran yang menarik perhatian bagi orang-orang yang melintasi galeri.

Interior Ruang studio dan galeri sendiri didominasi oleh kayu, dengan Dinding diagonalnya yang memisahkan dua bagian dalamnya. Karya seni digantung rapi pada masing-masing dinding.

Sementara itu, untuk memaksimalkan ruang dengan lebih lagi. Lantai atasnya digunakan sebagai ruang kerja tambahan. Proyek ini sendiri terletak di distrik koganecho yokohama. Jika kebetulan sedang berplesiran ke Jepang, jangan lupa berkunjung ya Urbaners. Berikut dibawah ini detail interior dan detail projeknya.

Info Proyek:

Arsitek: persimmon bukit arsitek / yusuke kakinoki + shuhei hirooka
Lokasi: kanagawa, jepang
Digunakan: studio dan galeri
Luas lantai: 20 sqm / 215 sqf
Struktur: kayu
Konstruksi: anzai koumuten
Fotografi: kenta hasegawa

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.