Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Siasati Keterbatasan Luas dengan Hunian Tiga Lantai di Tokyo

Siasati Keterbatasan Luas dengan Hunian Tiga Lantai di Tokyo

Urbanloka.com – Arsitek  Atelier Hako membangun sebuah rumah tiga lantai berukuran hanya empat meter di Tokyo, menunjukkan bahwa rumah minimalis di Jepang masih menjadi pilihan utama. Menciptakan sebuah rumah keluarga di lokasi sempit di kota Shibuya. Mari kita simak, seperti apa detail interiornya.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Arsitek Yukinobu Nanashima dan Tomomi Sano telah merencanakan bangunan 70 meter persegi yang dilengkapi ruang terbuka, split-level, skylight dan kamar tidur kapsul.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Tangga yang terletak di tengah rumah membuatnya rumah ini tanpa koridor, dan memastikan semua kamar berukuran selebar mungkin. Dinamika campuran arah horizontal dan vertikal dalam ruang interior rumah ini, mengakibatkan urutan dekorasi yang unik dan efek luas pada ruangan.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Dinamakan House at Hommachi, atau bangunan dengan ukuran yang sempit di Jepang sering disebut juga dengan istilah tempat tidur belut atau sarang.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Hal Ini kini telah menjadi populer juga di negara-negara lain, seperti pada Vietnam, Spanyol dan Polandia.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Tantangan terbesar untuk properti ini adalah memastikan hunian mendapatkan cahaya alami yang cukup. Rumah di Hommachi memiliki jarak yang sangat erat pada ketiga sisinya dengan rumah disekitarnya, sehingga Atelier Hako harus membuat jendela besar pada fasad menghadap ke jalan.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Mereka juga menambahkan banyak jendela di sepanjang dinding bangunan untuk memastikan interior memiliki cahaya yang baik. Kami mencoba untuk membuat fluiditas ruang internal dengan menyediakan bukaan terhadap cahaya dari berbagai arah, dan menjadikan lantai sebagai elemen tangga spiral,” tambah arsitek.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Lantai dasar berisi lobi, pintu masuk dan kamar tidur utama, sementara tingkat atas terdiri dari ruang tamu, ruang makan dan dapur. Sebuah ruang double-height terletak di bagian belakang lantai pertama, membantu membawa cahaya turun dari salah satu sudut penerangan.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Lantai kedua dibangun dari papan untai dengan estetika yang lebih bersifat sementara. Sebuah kamar mandi terletak di lantai belakang, sementara dua kamar tidur kapsul ditempatkan di depan.

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Sumber Foto: Shinsuke Kera/Urban Arts

Tangga yang juga mengarah ke teras atap, menawarkan penghuninya rooftop pribadi sederhana untuk menjemur pakaian pada siang hari, dan bersantai sejenak pada malam hari.

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.