Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Tembok Ramah Lingkungan dari Kontainer Penghubung Meksiko & Amerika

Tembok Ramah Lingkungan dari Kontainer Penghubung Meksiko & Amerika

Urbanloka.com – Francisco Llado dan Robert Moehring dari Arsitektur Domo dan Desain menyangkal bahwa lansekap arsitektur yang tengah mereka kerjakan bersifat politis. Sekalipun tembok ini merupakan Gagasan Trump sebagai pembatas antara Amerika Serikat dan Meksiko yang juga merupakan bagian penting dari kampanye kepresidenannya.

Dia pertama kali mengajukan konsep tersebut selama pidato pencalonannya pada bulan Juni 2015. Sementara dengan merancang jalan seluas 2.000 mil di sepanjang perbatasan Meksiko dan Amerika ini sebagai alternatif penghubung sekaligus pembatas ke-2 negara tersebut. “Ada cara lain untuk membangun perbatasan yang ramah lingkungan dibanding membangun tembok beton,” Moering menambahkan.

“Dibangun dari tumpukan kontainer, Tembok ini juga berfungsi sebagai solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan,”ungkap principal Francisco Llado. Dibutuhkan 750.000 kontainer pengiriman daur ulang, untuk tembok tersebut. Karena memang ada cara lain untuk membangun perbatasan yang ramah dan terbuka dibanding membangun dinding beton,”Tambah Moering.

Dikutip dari Politico, dinding tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fitur ramah lingkungan seperti panel surya dan bahkan perumahan mikro. Kami ingin menunjukkan melalui desain ini ada alternatif untuk membangun dinding, yang merupakan penghalang visual namun juga tidak sensitif terhadap kedua negara,”ungkap Moehring kepada TRD.

“Jadi solusinya lebih kepada lansekap terbuka.” Desain Domo sendiri melibatkan penggalian lahan di tempat-tempat yang tidak memiliki hambatan alami. Tiga kontainer pengiriman baja setinggi 8 kaki, 6 inci, akan ditumpuk satu sama lain untuk menciptakan tembok penghalang berukuran 25 kaki enam inci. Dinding ini dimaksudkan untuk mengganti pagar dengan tinggi mencapai 16 kaki tersebut.

Llado dan Robert Moehring, tidak ingin berbicara tentang politik, dan menekankan bahwa misi mereka murni tentang arsitektural. “Jalan ini sendiri dibangun sebagai cara berbeda untuk mengatasi perbatasan yang berkelanjutan, fungsional dan bermanfaat bagi masyarakat,”ungkap Llado, “apalagi dengan usaha menjaga fauna, flora, lansekap, dan lain-lain disekitarnya.

 

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment