Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Ide Hunian Konsep Jepang dengan Budget Minimalis ala Sontang M. Siregar

Ide Hunian Konsep Jepang dengan Budget Minimalis ala Sontang M. Siregar

Urbanloka.com –  Arsitek Sontang M. Siregar membantu pasangan muda membangun rumah yang mereka impikan di sebuah petak kecil di Jakarta, namun tak disangka, rumah ini malah membawanya memenangkan penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Penasaran? Yuk kita simak detailnya berikut ini Urbaners!

Dengan luas 37sq m (400sq kaki). Tanah hunian ini terletak di Duren Sawit – daerah yang penuh sesak di sebelah timur ibukota Indonesia. Lantai dasarnya: terdiri dari ruang tamu, dapur, ruang makan, dan bukaan hijau dalam bentuk taman yang mungil.

Dengan anggaran hanya Rp 200 juta (RM66.000), pasangan tersebut menginginkan rumah berlantai dua dengan tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar mandi, dan taman.

“Terus terang, kala itu saya tidak tahu apakah saya bisa mengerjakan proyek ini,” kenang sang arsitek, “Karena nampak tidak mungkin, mengingat ukuran dan anggaran tanah. Tapi saya menyetujuinya, karena dua alasan: Dengan tulus saya ingin membantu pasangan ini membangun rumah idaman mereka seklaigus ingin menantang kreativitas saya. ”

Dalam merancang rumah ini, Sontang berkiblat pada rumah mikro yang inovatif di Jepang. Karena kebetulan, pada tahun yang sama, dia sempat mengunjungi Tokyo untuk menghadiri konferensi arsitektural.

“Saya belajar cara orang Jepang menangani keterbatasan ruangnya dengan desain yang efisien, dan Saya sangat terinspirasi oleh kreativitas mereka. Namun Berbeda dengan warga Tokyo yang kebanyakan mengendarai sepeda dan mengandalkan angkutan umum, klien saya memiliki mobil dan membutuhkan garasi,” ungkapnya.

“Lantai dasar hunian ini ia bagi menjadi dapur, ruang tamu, kamar mandi dan taman mungil, sedangkan lantai atasnya ia bagi menjadi tiga kamar tidur dan kamar mandi, “ungkap Sontang. Dia kemudian memilah-milah bahan bangunan untuk rumah tersebut. Dalam pembangunannya, Sontang mencoba menghindari penggunaan batu bata, karena bentukannya yang sangat tebal.

Sedangkan untuk kelengkapan interior hingga furnitur, lemari pakaian dan rak penyimpanan – dia menggunakan panel kayu berukuran 4cm dan tinggi 2,8 m. Diakuinya, kayu adalah pilihan  bahan terbaik. dan untuk menjaga biaya seminimal mungkin, Sontang membatasi ketinggian plafon di 2.8m.

Berbagai furnitur interior dan interior multifungsi juga digunakan. Misalnya, pada lemari pakaian di lantai dua yang juga berfungsi sebagai pembatas antara kamar tidur utama dan kamar tidur lainnya. Seperti pada  “Tangganya yang juga dilengkapi dengan laci untuk menyimpan berbagai mainan anak Urbaners. Agar menjaga ruang tetap rapi dan terasa lapang, “tambah Sontang. Sungguh sangat menarik bukan? Yuk aplikasikan pada hunianmu Urbaners!

Sumber: dari berbagai sumber

 

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.