Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Ide Rumah Mikro Unik ala Bungker Hitler karya Simon George

Ide Rumah Mikro Unik ala Bungker Hitler karya Simon George

Urbanloka.com – Empat rumah mikro dipasang pada atap bungker rancangan Froscen Architects di kota Belanda Leiden. Dirancang oleh Arsitek Froscen Simon George, proyek konseptual ini terdiri dari empat rumah kecil dengan struktur yang ditinggikan.

Masing-masing hunian berukuran 38 meter persegi ini dilengkapi dengan tiga kamar, lounge, dapur dan kamar mandi didalamnya. Secara Keseluruhan hunian sendiri memiliki tampilan semacam ‘urban rock’ yang berada tepat di tengah kota, yup lokasi yang sangat sempurna untuk hidup tentu saja,”ungkap George.

“Tujuan kami tentunya mempromosikan konsep hidup di rumah minimalis dengan memberikan contoh bagi setiap orang, di sisi lain kami juga ingin memberi bungker peran yang lebih menonjol dalam sejarah kota dengan menerapkannya pada arsitektur yang lebih modern. Dengan cara ini cerita dibalik bungker juga dapat menjadi bagian kesadaran kolektif bagi warga Leiden.”

Bungker sendiri berasal dari perang dunia kedua, ketika membentuk sebuah struktur pertahanan yang dinamakan Atlantic Wall, atas perintah Hitler di pertengahan tahun 1940an.

Arsitek Prancis Claude Parent kemudian menjadikan gereja beton Brutalist St Bernadette pada desain bunker yang membentuk garis pertahanan ini. Strukturnya tersembunyi di balik fasad dari batu bata serta tanaman rambat yang menjadikannya sebagai focal point kota.

Rumah-rumah memiliki atap mono-bernada yang mengarah ke centrepoint dari kompleks dan balkon yang menghadap ke jalan. Ruang tamu dan dapur dengan meja makan diletakkan pada lantai dasar setiap tempat tinggal. Lantai atas dirancang dengan ukuran cukup besar untuk menampung tempat duduk, tempat tidur double serta kamar mandi dan lemari pakaian built-in.

Dengan struktur keseluruhan yang terbuat dari kayu – hunian ini sangat kontras dengan dinding beton bunker. Dinding tebal berukuran 30 sentimeter ini memang dirancang untuk memberikan tingkat isolasi yang tinggi dan biaya pemanasan yang rendah. Selama musim panas rumah akan didinginkan secara alami oleh aliran udara dingin melalui bungker di bawahnya.

Fitur berkelanjutan lainnya meliputi pengumpulan air hujan, panel surya, lampu LED dan toilet kering. “Semuanya didesain optimal sekuat mungkin”ungkap George.

“Rumah-rumah mungil FOON sangat ramah terhadap alam, mereka memiliki jejak ekologis yang sangat baik dari bahan yang digunakan maupun kebutuhan energi.” Arsitek Froscen berharap bisa membangun proyek ini dan saat ini sedang dalam diskusi dengan dewan kota.

Rancangan interiornya nih Urbaners

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.