Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Inspirasi Interior Rumah Kontemporer Mini di Tebet

Inspirasi Interior Rumah Kontemporer Mini di Tebet

Urbanloka.com – Jakarta sebagai salah satu kota terpadat di dunia, maka arsitek kemudian mencari solusi terbaik ketika kliennya menginginkan rancangan hunian yang nyaman dan memenuhi kebutuhannya terhadap banyak ruang, namun dengan budget yang terbatas.

Pada lahan seluas 6 m x 15 m kemudian, mereka mencoba membuat rumah dengan cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik sehingga dapat menghemat penggunaan lampu dan pendingin ruangan. Menggunakan konsep Split-Grow House yang memungkinkan pemilik rumah untuk menambah ruang sesuai kebutuhan namun dengan budget serendah-rendahnya, yuk kita simak detailnya berikut ini Urbaners!

Rumah yang dirancang oleh arsitek Muhammad Egha, Hezby Ryandi, Sunjaya Askaria, dan Fahmy Desrizal ini memang disesuaikan dengan kondisi lahan di kawasan Tebet, Jakarta yang sekarang relatif sempit. Dari depan rumah ini memang tampak sempit, namun bagian dalamnya ternyata cukup luas dan nyaman.

Para arsitek rumah ini juga berusaha menekan biaya pembangunannya, dengan menggunakan konsep split. Sekilas rumah ini tampak seperti memiliki dua lantai, namun sebenarnya rumah ini terdiri dari tiga lantai Urbaners. Setiap lantainya sendiri dihubungkan dengan tangga, sementara bagian kosongnya (void) bisa digunakan sebagai sumber sirkulasi pencahayaan dan udara secara alami.

Pada lantai pertama mezanin terdapat ruang makan dan dapur dengan konsep yang terbuka. Ruangan ini juga terhubung dengan kamar tidur tamu. Perabot furnitur sendiri didesain dengan material lightwood dan untuk memaksimalkan penerangan ruangan, dengan dinding rumah yang dicat berwarna putih.

Konsep penyederhanaan ruangan juga terbilang unik Urbaners. Di ruang makan misalnya terdapat meja lipat yang memungkinkan meja dibuat lebih panjang. Rak penyimpanan berada di samping tangga dan juga anak tangganya yang bisa dibuka dengan cara ditarik. Dengan begitu, konsep ini bisa meminimalisasi penambahan perabotan dan memperluas ruangan.

Kemudian di lantai mezanin kedua menjadi bagian rumah yang pertama kali dijajaki oleh pengunjung rumah. Di sini terdapat ruang tamu yang sekaligus menjadi ruang baca di sudut ruangan. Juga terdapat jendela kaca lipat untuk menuju ke halaman samping rumah.

Dan di lantai mezanin ketiga terdapat kamar tidur anak beserta kamar mandi yang dilengkapi dengan koridor di depan pintu kamar. Koridor ini juga bisa digunakan sebagai tempat bersantai. Material yang digunakan pada kamar mandi cukup memberikan suasana yang dingin. Sementara itu, kamar tidur utama terdapat di lantai selanjutnya.

Di depan kamar tidur utama juga terdapat koridor yang digunakan untuk meletakkan meja dan rak. Yang melengkapi sirkulasi cahaya di kamar utama adalah jendela yang besar pada fasad depan rumah yang dilengkapi dengan tirai putih abu-abu.

Di kamar ini juga terdapat kamar mandi dengan desain yang berbeda dengan kamar mandi lainnya. Dan di lantai paling atas terdapat kamar tidur serta area mencuci dan menjemur baju.

Uniknya, rumah ini masih memberikan sedikit lahan kosong untuk halaman selebar satu meter yang terletak di samping rumah. Tentu dengan adanya halaman ini akan sangat membantu sirkulasi udara sehingga rumah menjadi lebih sejuk.

Area ini juga berfungsi untuk meletakkan pompa air, sepeda, dan peralatan lainnya. Pada halaman ini arsitek mendesain dasar lantai dengan biopore (lubang air) yang cukup banyak sehingga dapat menghindari kebanjiran pada lantai mezanin paling bawah. Hm.. Sungguh sangat menarik bukan, tertarik mengaplikasikannya pada hunianmu?

Desain interior hunian per lantainya nih Urbaners.

                       

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.