Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Ketahui 3 Modus Penipuan Tanah Sebelum Membeli Properti

Ketahui 3 Modus Penipuan Tanah Sebelum Membeli Properti

Urbanloka.com – Semakin ada-ada saja modus kejahatan yang dilakukan orang-orang untuk menipu para pemillik tanah. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan girik atau surat keterangan tanah yang bisa digunakan sebagai bukti, juga beberapa modus lainnya yang perlu Anda waspadai. Berikut 3 diantaranya Urbaners!

GIRIK PALSU

Bicara girik saja, administrasi pergirikan sudah tidak tertib, seperti di kelurahan, kantor pajak bumi dan bangunan kerap menerbitkan girik tanpa mengeluarkan riwayatnya. Hal-hal ini kemudian membuka peluang bagi orang-orang tertentu untuk melakukan kejahatan. Misal, girik yang dipalsukan. Pelaku bisa saja mengeluarkan girik yang sebenarnya tidak ada. Salah satu kasus terjadi di Bekasi.

MENGGUGAT PEMILIH TANAH ASLI DI PENGADILAN

Selain itu berhati-hatilah juga jika memiliki tanah. Sekarang ada modus tanah kosong yang digugat oleh orangnya. Pelaku bisa menggugat pemilik asli ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Berkaca pada kasus ini, pengadilan dapat menjatuhkan putusan verstek atau putusan tanpa kehadiran tergugat. Diputus tanpa kehadiran tergugat, dinyatakan yang menggugat sebagai pemilik tanah Urbaners. Jika hal itu terjadi, maka data pengadilan dapat digunakan untuk mengajukan permohonan sertifikat di BPN. Namun jika BPN menolak untuk mengeluarkan sertifikat, pelaku bisa saja menggugat lagi ke pengadilan berbekal putusan perdata. Apabila gugatan tersebut dikabulkan, maka hal tersebut dapat membatalkan sertifikat yang sudah ada.

SURAT KUASA PALSU

Terakhir, ada juga sindikat kasus mafia tanah dengan modus sertifkat palsu dan e-ktp ilegal. Modus yang digunakan adalah seolah-olah ingin membeli rumah kemudian sertifikat ditukar dengan sertipikat palsu dengan mengajak notaris fiktif. Notaris fiktif ini kemudian membuat KTP, NPWP hingga nomor rekening aktif. Bahkan mereka juga ikut mengecek sertifikat ke kantor pertanahan bersama dengan korban. Setelah dinyatakan asli, pelaku lalu menukar sertifikat tersebut dengan dokumen palsu yang sebelumnya telah disiapkan. Lalu salah satu pelaku membawa sertifikat asli ke rentenir.

Demikian info, Selalu berhati-hatilah pada modus penipuan tanah Urbaners.

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.