Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Ketahui Biaya Tambahan Saat Membeli Properti Berikut Ini

Ketahui Biaya Tambahan Saat Membeli Properti Berikut Ini

Urbanloka.com – Biaya ekstra kerap timbul ketika pengajuan KPR, seringkali luput dari perhatian calon pembeli. Padahal jumlahnya tidak sedikit, dan harus diserahkan bersamaan dengan uang DP (Down Payment) sebesar 30%. Berikut ini Biaya ekstra yang terbagi dalam beberapa keperluan Urbaners. Check these out!

BIAYA BANK

Ketika mengajukan KPR bank akan melakukan pengecekan dan kelengkapan berkas yang membutuhkan biaya. Pertama ialah biaya appraisal atau survei aset properti. Pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku. Tahap ini biasanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 300.000 hingga Rp 750.000. Kemudian, biaya provisi Bank perlu Anda sisihkan, sebesar 0,5% hingga 1% dari total pinjaman. Biaya administrasi bank juga dikenakan sebesar Rp 250.000 s/d Rp 500.000 atau bisa juga dilihat dari persentasi total pinjaman. Terakhir, biaya asuransi, yang terdiri dari asuransi jiwa (sebesar 1% hingga 2% dari total pinjaman) dan Asuransi Kebakaran (1% dari total pinjaman).

BIAYA NOTARIS

Selain pihak bank, Anda selaku pembeli properti tentunya akan terkait dengan pihak notaris guna pengurusan berbagai macam akta dan sertifikat jual beli properti tersebut. Dan biaya jasa notaris tentunya menjadi tanggungan Anda. Biayanya pun dirinci sesuai dengan kebutuhan. Misalnya pemeriksaan sertifikat, perjanjian kredit, biaya balik nama dan AJB (Akta Jual Beli), dan terakhir APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).

BIAYA PAJAK

Pajak menjadi biaya wajib yang tidak dapat dilewatkan ketika pembelian properti, tidak hanya secara KPR namun juga bagi metode pembayaran cash. Pajak untuk pembeli dikenal sebagai BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Biaya yang dikenakan adalah 5% x (harga transaksi – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak / NJOPTKP). Besaran NJOPTKP pun berbeda-beda sesuai ketentuan pemerintah setempat.

Misalnya Anda ingin membeli rumah dengan harga Rp200 juta, maka uang muka yang harus disiapkan ialah sebesar Rp60 juta, dan sisanya Rp140 juta dicicil melalui sistem KPR. Maka biaya ekstra yang harus disiapkan untuk bank ialah, biaya appraisal Rp 250.000, biaya provisi bank Rp1,4 juta, biaya administrasi Rp250.000, dan biaya asuransi jiwa Rp2,5 juta dan asuransi kebakaran Rp 350.000. Totalnya kurang lebih sebesar Rp4,75 juta.

Setelah itu biaya untuk notaris: pengecekan sertifikat Rp100.000, biaya pengikatan SKMHT Rp250.000 dan biaya APHT Rp1,2 juta, maka totalnya yang diserahkan notaris sebesar Rp1,5 juta. Terakhir biaya pajak BPHTB sebesar 4% yaitu Rp8 juta dan saldo blokir sebesar 1 kali angsuran yaitu Rp2 juta. Maka total semua biaya ekstra yang harus Anda siapkan sebesar Rp16 juta. Demikian info, semoga bermanfaat Urbaners!

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.