Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Menelisik Tiny House Movement di Seattle, Amerika Serikat

Menelisik Tiny House Movement di Seattle, Amerika Serikat

Urbanloka.com – Tiny house movement, telah menjadi sebuah gerakan yang sangat populer akhir-akhir ini, terutama di Amerika Serikat. Intip tiny house movement di Seattle berikut ini.

Gerakan ini merupakan jawaban terhadap rendahnya kepemilikan properti.

Bahkan di Amerika Serikat, tepatnya di Kota Seattle, gerakan “tiny house movement” telah berhasil dan mengembangkan sebuah desa kecil yang berisi 14 rumah mungil. Diperuntukan bagi para tunawisma. Rumah-rumah tersebut sepenuhnya dibangun dan dibuat oleh para relawan.

Tujuannya adalah menawarkan kepada penduduk sebuah batu loncatan untuk bangkit kembali tanpa perasaan khawatir dengan biaya sewa yang sangat tinggi di kota tersebut.

Sebab Para tunawisma membutuhkan sebuah tempat istirahat yang nyaman, terutama pada musim-musim dingin yang berbahaya.

Dibangun dengan biaya tidak lebih dari Rp. 25 juta rupiah/rumah. Keseluruhan anggaran pembiayaan berasal dari sumbangan beberapa organisasi dan juga para sukarelawan.

Selama musim dingin, suhu di kota Seattle sendiri memang turun di bawah titik beku pada malam hari. Bahkan dengan lapisan selimut yang cukup tebal.

Desa kecil rumah mungil di Seattle ini merupakan langkah maju dari hidup banyak tunawisma di Seattle. Desa tersebut memberi masing-masing kamar tersendiri kepada mereka dengan pintu pengaman dan juga listrik.

Masyarakat memiliki bangunan utama dengan toilet pembilasan lengkap dengan air panas dan dingin untuk mandi. Desa tersebut juga menawarkan keamanan 24 jam.

Meski baru 14 rumah yang berhasil didirikan namun merupakan langkah awal untuk mengatasi masalah engagement di Seattle. Agar setiap tunawisma dapat memiliki dan tinggal pada sebuah hunian yang sederhana namun nyaman.

Gerakan tiny house ini juga telah banyak berdiri di beberapa Negara, termasuk Kanada, Jepang, Jerman, Spanyol, Inggris dan juga Rusia. Semoga lekas terlaksana juga di Indonesia.

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.