Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Pendiri IKEA Ingvar Kamprad Tutup Usia di 91 Tahun

Pendiri IKEA Ingvar Kamprad Tutup Usia di 91 Tahun

Urbanloka.com –  Pendiri IKEA, furnitur asal Swedia, Ingvar Kamprad, meninggal dunia pada usia 91 tahun Demikian kabar tersebut beredar. Kamprad meninggal di rumahnya di Smaland, Swedia pada pada Sabtu 27 Januari 2018.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa Kamprad adalah “salah satu pengusaha terbesar Abad ke-20 akan selalu dirindukan dan dikenal oleh keluarga serta kolega IKEA di seluruh dunia.

Kamprad lahir pada 30 Maret 1926 di Smaland dan mendirikan IKEA di usia 17 tahun. Desain IKEA menjadi populer karena kesederhanaan dan nilai mereka. Perancang furnitur Jeff Banks mengatakan bahwa kreasi Kamprad secara radikal mengubah cara orang membuat dan merancang produk untuk rumah. “Lalu, banyak orang mencoba mereproduksi dan menyalinnya, tapi tidak berhasil,” katanya.

Banks menambahkan bahwa desain yang diproduksi IKEA dan dijual melalui pengecer menggunakan produk daur ulang dengan baik. Ia juga menambahkan bahwa Kamprad adalah yang terbaik.

Kamprad dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Bahkan terlalu sederhana. Ia begitu cermat menyimpan uang, bahkan memilih membeli baju bekas di bazar. Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah tayangan dokumenter TV Swedia.

Ikea mendunia dan menjadi salah satu merek perabot terkenal. “Aku pikir, baju-bajuku semua nyaris dari toko baju bekas atau pasar murah. Ini adalah salah satu caraku menunjukkan contoh penghematan yang baik,” kata Kampard kepada TV4, seperti dilansir dari The Guardian, Maret 2016 lalu.

Kampard diprediksi memiliki kekayaan sekitar US$ 39,3 miliar sekitar Rp 513 triliun. Ia menempati posisi ke-10 orang terkaya di Swedia dan menjadi salah satu orang terkaya versi Forbes di urutan 412.

Selain memakai baju bekas, kebiasaan rendah hatinya yang lain adalah dana pangkas rambutnya. Pada tahun 2008, kepada surat kabar Swedia, ia menuturkan bahwa biaya potong rambutnya di Belanda sebesar 22 euro atau sekitar Rp 315 ribu telah memecahkan ‘rekor’ termahal selama hidupnya.

“Bagiku, angka itu luar biasa mahal untuk sekedar pangkas rambut. Biasanya aku memotong rambut saat berada di negara-negara berkembang. Terakhir potong saat aku berada di Vietnam,” ujar Kampard. Jurus hemat lainnya adalah pada 2014 saat ia hengkang dari Swedia demi menghindari pajak yang tinggi. Ia pun memilih kota Liechtennstein, Swiss untuk mendapatkan pajak yang lebih rendah.

“Kalau tidak, tak mungkin Ikea memiliki ritel yang tersebar di seluruh dunia,” tuturnya lagi. Namun, semenjak 2010, ia mundur pelan-pelan dari Ikea, yang akhirnya ia umumkan sebagai perusahaan keluarga. ‘Tahta’ ia berikan kepada 3 anak laki-lakinya hasil dari pernikahan keduanya. Sejak 2014, ia kembali ke Denmark, Swedia dan menikmati masa tuanya Urbaners.

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.