Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Sujiva Living, Ide Hunian Sekaligus Studio Arsitektur oleh Somia Design Studio

Sujiva Living, Ide Hunian Sekaligus Studio Arsitektur oleh Somia Design Studio

Urbanloka.com –  Dari sang arsitek, mengapa hunian ini dinamakan “Sujiva”? Dalam bahasa sansekerta Sujiva berarti kehidupan yang nyaman. Prinsip desain abode ini sendiri dipengaruhi oleh prinsip rumah Bali-Asta Kosala Kosali dan gaya arsitekturnya yang kontemporer tropis Urbaners, yuk kita simak lebih detailnya berikut ini.

Asta Kosala Kosali adalah prinsip pengorganisasian rumah tradisional di Bali berdasarkan petunjuk utama kardinal “Nawa Sanga” di sekitar titik pusat Siva – dan sumbu pegunungan-laut dan sumbu matahari terbit, yang kemudian membagi situsnya menjadi sembilan area, dengan masing-masing fungsi yang berbeda.

“Sanggah Kemulan” atau area candi utama sebagai tempat sholat yang paling suci terletak di utara-timur (kaja: arah gunung), sedangkan “aling-aling” atau pintu masuk sebagai tempat paling kotor terletak di selatan ( Kelod: arah laut). “Kaja-kelod” atau utara-selatan akan berbeda di setiap bagian di Bali karena dipusatkan di gunung suci yang diyakini sebagai tempat tinggal para dewa dan keturunan, Gunung Agung, yang terletak di sebelah timur Bali.

Meski agak tidak mungkin menerapkan keseluruhan konsep Asta Kosala Kosali dalam desainnya – karena diperlukan beberapa bangunan terpisah, sehingga menuntut area situs yang lebih luas – namun desain bangunan tetap menghormati prinsip dalam penerapan yang berbeda.

Misalnya, posisi daerah candi terletak di timur (kangin) dan pintu masuk berada di selatan (kelod), sedangkan arah masuk melalui pintu utama berasal dari barat ke timur, dimana pertimbangan ini diberikan. Oleh pendeta (pedande), sesuai dengan kepercayaan lokal.

Selanjutnya, menanggapi kondisi iklim tropis di Indonesia, konfigurasi bangunan mencakup gaya dan detail arsitektur yang digunakan adalah gaya modern kontemporer. Di mana, konfigurasi bangunan disederhanakan, dengan mengganti ornamen gaya tradisional dan bahan-bahan bangunan yang sengaja dipilih dengan sangat cermat, sekaligus meminimalkan anggaran untuk konstruksi dan pemeliharaan nih Urbaners.

Pemilik rumah sendiri, merupakan seorang arsitek yang ingin mengubah huniannya sekaligus menjadi sebuah studio desain.

Menggunakan Rasio 40:60 untuk area built-up dan area hijau, hunian ini memperhatikan benar hubungan antara area indoor dan outdoor pada hunian, yang kemudian menghasilkan ruang kerja yang lebih mobile dan fleksibel untuk setiap orang.

Suasana yang diinginkan untuk studio adalah suasana kerja yang ramah dan hangat untuk mendukung kreativitas industri arsitektur. Sebuah ruang pertemuan kecil dibuat dengan pemandangan langsung ke area taman dengan celah utama menuju area dek.

Meski memiliki lanskap yang luas, rumah ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan ideal dan ergonomis para pemilik rumah. Interiornya  di dominasi oleh kayu, dan batu bata pada bagian dinding, memberi kesan industrial yang kental. Dilenkapi juga dengan banyak bukaan kaca geser, sebagai bukaan cahaya, udara, dan kedekatan terhadap area hijau di sekitar hunian, Membiarkan ruangan memiliki pemandangan taman yang menakjubkan, serta memungkinkan sinar matahari masuk ke ruangan dengan anggun.

Di samping kamar terdapat kamar mandi utama yang dilengkapi dengan area shower dan area lemari, bersama meja rias di depan.

Pada lantai atasnya, terdapat dua kamar tidur umum untuk anggota keluarga. Menghasilkan bahasa desain yang konsisten, tiga warna bahan finishing dipilih. Untuk aksennya, batu bata merah terbuka dipilih, karena merupakan produk lokal yang menempati karakter natural, serta biasa digunakan di bangunan tradisional Bali. Sebaliknya, warna hitam juga disisipkan untuk menghasilkan nuansa elegan dan maskulin. Kemudian warna-warna alam lainnya sebagai penyeimbang.  Tertarik mengaplikasikannya pada hunian Anda Urbaners? Berikut rancangan hunian.

Tampilan interior hunian dari berbagai sudut nih Urbaners.

     

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.