Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image
Scroll to top

Top

No Comments

Tips & Trik Belanja Online Ramah Lingkungan nih Urbaners

Tips & Trik Belanja Online Ramah Lingkungan nih Urbaners

Urbanloka.com – Kampanye gaya hidup ramah lingkungan kini semakin gencar disuarakan. Para pegiat lingkungan atau mereka yang peduli dengan isu itu kerap membagikan berbagai tips dan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi sampah. Di media sosial Instagram, misalnya, banyak yang membagikan gaya hidup minim sampah atau zero waste. Berikut ini beberapa kiatnya belanja online ramah lingkungan ala Urbanloka.

Penjual bisa memberikan disclaimer kepada pembeli jika barang yang akan dikirimkan menggunakan pengepakan dari barang bekas layak pakai, seperti plastik atau kardus bekas. 

Penjual dapat memprioritaskan pengiriman barang dengan memilih ekspedisi yang tidak memaksa membungkus dengan plastik dari ekspedisi. Penjual dapat mengingatkan ekspedisi untuk tidak menambahkan lakban dan staples secara berlebihan. 3

Untuk barang fragile atau mudah pecah, penjual tidak harus selalu memilih bubble wrap untuk melapisinya. Penjual dapat menggunakan shredded paper, kain perca, kertas koran atau majalah bekas yang diremas untuk mengganjal produk.

Jika produk sudah dilapisi plastik dari pabrik, hindari untuk membungkus ulang dengan plastik lagi. Menurut Jeanny, pilihan yang lebih ramah lingkungan adalah menggunakan kertas, apalagi koran bekas atau majalah bekas.

Lalu, apa yang bisa dilakukan pembeli? 

  • Mencari onlineshop yang berlokasi paling dekat, agar jejak karbon dari sisi transportasi dapat ditekan sekecil mungkin.
  • Menegaskan kepada penjual untuk memakai plastik, staples, dan selotip seminimal mungkin untuk membungkus.
  • Pembeli mengusulkan kepada penjual untuk membungkus dengan kertas dan plastik bekas, serta memakai pengaman dari kain perca atau kertas atau kardus sebagai pengganti bubble wrap.
  • Memilih ekspedisi yang tidak memaksakan pembungkusan ulang dengan plastik.
  • Memilih ekspedisi instan hanya jika kondisi mendesak, jangan hanya demi memanfaatkan gratis ongkos kirim. Hal ini juga untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan.
  • Pembeli memberikan feedback kepada penjual setelah paket tiba dengan selamat walaupun dengan packaging yang minimalis sehingga penjual semakin pecaya diri jika packaging secara minimal sudah cukup. Harapannya, semakin lama budaya over-packaging dapat berubah karena pihak pembeli dan penjual saling menyakinkan.

Tips untuk ekspedisi:

1. Pihak ekspedisi menyusun SOP yang ramah lingkungan dengan meminimalisasi pembungkusan ulang dan penggunaan lakban serta staples. Dari segi biaya juga akan lebih hemat.

2. Memperbaiki kualitas layanan dengan memastikan paket sampai dalam kondisi baik sehingga pelanggan tidak perlu over protective terhadap paketnya.

3. Melengkapi motor kurir dengan tas atau backpack waterproof atau tahan air sehingga jika hujan, paket dapat terlindungi.

Sumber: dari berbagai sumber

Submit a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.